Aku melihat Indonesia!

June 15, 2011

Sore itu cukup panas, seperti biasa dengan langkah kaki yang terburu-buru aku mengejar bus yang biasa kugunakan untuk mengantarku pulang kembali ke rumah kost. Dari Lapangan Banteng sampai Setiabudi, ya itulah rute perjalanan yang aku lewat sehari-hari.

Namun sore itu tampak berbeda, ketika melewati Tugu Tani, aku melihat dari kejauhan lima baliho besar dengan masing-masing bertuliskan kalimat yang tidak asing bagiku. Ada apakah gerangan?

Semakin bus ini mendekat, semakin jelaslah setiap tulisan yang terbaca:
Baliho 1: Ketuhanan Yang Maha Esa
Baliho 2: Kemanusiaan yang adil dan beradab
Baliho 3: Persatuan Indonesia
Baliho 4: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
Baliho 5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Seketika itu pula hati ini bergejolak! Itu adalah Pancasila. Sudah lama sekali aku tidak membaca Pancasila, apalagi melafalkannya.. Tak terasa pula saat bus ini menjauhi kelima baliho itu, semakin terbentanglah bendera merah putih di sepanjang jalan Cikini menuju Stasiun Gondangdia, gejolak ini pun semakin menjadi-jadi!

Ketika bus ini berhenti demi seorang penumpang di depan Taman Ismail Marzuki, aku melihat sebuah tulisan diatas baliho besar, sebuah puisi yang menggelorakan semangat kebangsaan setiap orang yang membacanya, sebuah curahan hati dari founding father kita : Bung Karno. Judul dari puisi tersebut adalah: Aku melihat Indonesia.

Sekejap aku membaca puisi itu, aku merasa seperti berhadapan langsung dengan sang founding father. Semangat kebangsaanku terbakar, jiwa Indonesiaku menggelora, tetapi hatiku trenyuh dan galau. Apakah aku sudah bisa melihat Indonesia sama seperti Bung Karno melihatnya? Apakah aku sudah berjuang demi Indonesia sama seperti Bung Karno berjuang? Aku merasa perjuanganku belum cukup, aku masih harus berjuang lagi demi Indonesia! Agar aku bisa melihat Indonesia seperti dirinya..

Terima kasih Bung Karno, walaupun engkau telah tiada, tetapi lewat karya-karyamu, engkau masih terus membangkitkan semangat manusia-manusia Indonesia..

 

Aku Melihat Indonesia

Jika aku berdiri di pantai Ngliyep
Aku mendengar lautan Indonesia bergelora
Membanting di pantai Ngeliyep itu
Aku mendengar lagu – sajak Indonesia

Jikalau aku melihat
Sawah menguning menghijau
Aku tidak melihat lagi
Batang padi menguning – menghijau
Aku melihat Indonesia

Jika aku melihat gunung-gungung
Gunung Merapi, gunung Semeru, gunung Merbabu
Gunung Tangkupan Prahu, gunung Klebet
Dan gunung-gunung yang lain
Aku melihat Indonesia

Jikalau aku mendengar pangkur palaran
Bukan lagi pangkur palaran yang kudengarkan
Aku mendengar Indonesia

Jika aku menghirup udara ini
Aku tidak lagi menghirup udara
Aku menghirup Indonesia

Jika aku melihat wajah anak-anak di desa-desa
Dengan mata yang bersinar-sinar
(berteriak) Merdeka! Merdeka!, Pak! Merdeka!

Aku bukan lagi melihat mata manusia
Aku melihat Indonesia!

(http://www.gentasuararevolusi.com/)


Miscalculation?

March 17, 2011

Another miscalculation by me.. Smile with tongue out

In my first thought, being government official means a lot of free time to do anything. Such as: multi tasking in doing my hobby and business. I also believe the ‘probation’ salary would make one become moderate on spending the money in ‘probation’ time. Thus, indirectly, we can control our body weight Open-mouthed smileHowever, it is the opposite!

The workload is high in here, projects keep coming like there were no way to pause your job, even sometimes you need to bring your work to home. Not only that, attending meeting from hotel to hotel is like a common thing here. That’s why many of us failed to control our body weight because of ‘all you can eat’ restaurant in hotel.

However, despite of those miscalculation thing. I’m happy working in here. All my hard work are meant to build this country. I hope I can contribute more to Indonesia!


Javanese standing keris for sale

May 11, 2010

Do you know Keris/Kris? You can read brief information here or in bahasa, disini

Well, I have two Keris for sale. First one is only capable to stand on it’s bottom point,  but the second one, amazingly, can stand on it’s bottom and upper-tip point. Both Keris name is secret ;)

The price for first Keris is $15000 and the second is $25000. Of course both are negotiable ;)

Here’s the vid for first Keris:

The second Keris:

Both Keris, since the first Keris has more energy, the second will fall eventually:

For further information please contact me budi.satrio.85[at]gmail.com or call 0271-655827


Jawanesia

April 18, 2010

Bermaksud menyamakan dengan singlish or engrish, something like that in Bahasa. I present you, the jawanesia :P
Hopefully they will correct it

Roaming fail


American Willy Jeep For Sale

April 19, 2009

3 Willy Jeeps For Sale. Items current location is in Surakarta (Solo) Indonesia.

1st jeep, front

1st jeep, front

1st Jeep, back

1st Jeep, back

2nd Jeep, front

2nd Jeep, front

3rd Jeep, front

3rd Jeep, front

You can contact me in budi.satrio.85[at]gmail.com for informations


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.